Piru (3/4/2025), saatkita.com - Bupati SBB, Ir. Asri Arman, M.T., mengundang seluruh awak media di Kabupaten SBB, pada hari ke-3 Perayaan Hari Raya Idulfitri 1446 H/2025 M di Pendopo Bupati SBB, Kota Piru, pada Rabu, (2/4/2025).
Dalam pertemuan itu, dihadiri oleh 8 Jurnalis, hal ini disebabkan karena sejumlah jurnalis masih merayakan Hari Raya Idulfitri di kampung halamannya.
Dalam pernyataannya Bupati SBB menyatakan, pertemuan tersebut adalah pertemuan silahturahmi biasa saja, dan Bupati SBB mengapresiasi kelincahan dan kecepatan wartawan SBB dalam mengumpulkan data dan informasi di lapangan.
Menanggapi pernyataan tersebut, Wartawan Nicko Kastanja mengungkapkan, meskipun pertemuan tersebut adalah silahturahmi, tetapi sebaiknya diboboti dengan saling berbagi informasi antara awak media dan Bupati SBB.
Kastanja dalam penyampaian tanggapannya, mengapresiasi Pemda SBB dalam membayar insentif langganan media yang berlangsung dengan cepat dan lancar, pasalnya di jaman PJ Andy Chandra pembayaran sering tertunda.
"Kita sudah masukan berkas pencairan tetapi masih tunggu sampai beberapa bulan lagi baru dibayarkan," cetusnya.
Selain itu, Kastanja menyoroti soal jumlah insentif langganan Pemda yang terkecil dibandingkan dengan Kabupaten/Kota lainnya di Maluku, yakni hanya Rp 500.000 perbulan, pasalnya di Kabupaten kota lain insentif langganan sudah mencapai diatas Rp 1.000.000.
Sementara Kaleb Risaputty, menyoroti prosedur pemberian insentif langganan kepada media,yang harus diperketat sesuai dengan kontribusi berita dilapangan.
"Diantara kita yang hadir ini, nanti yang akan meliput hanya kita-kita saja, ditambah dengan beberapa wartawan yang sedang pulang kampung, tetapi saat pencairan intensif media banyak, sehingga kita minta supaya ditertibkan sebelum dilakukan pembayaran," ucapnya.
Sejalan dengan Risaputty, Nus Metafanuan meminta setiap wartawan yang bertugas harus dilengkapi dengan surat tugasnya.
Fadly Boufakar dalam pernyataannya, meminta semua awak media di SBB harus bersatu, karena akan disiapkan media center yang akan menghimpun semua wartawan di SBB.
"Kita awalnya usulkan tempat dibawah tangga di lantai 1 untuk media center tetapi tempat itu dipakai oleh sekretariat Dharma Wanita SBB jadi kita akan cari tempat lain, mungkin di kantin belakang Pemda yang masih kosong itu," ujarnya.
Menanggapi permintaan media tersebut Bupati SBB menyatakan akan berkoordinasi dengan para pimpinan OPD terkait untuk bisa menindaklanjuti permintaan awak media tersebut. (Tim)
Posting Komentar