Piru (2/4/2025), saatkita.com - Kabupaten SBB dipercaya sebagai tuan rumah Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tinju Amatir Bupati Cup 2025 , yang direncanakan akan digelar di bulan Mei 2025 ini.
Lokasi untuk tempat pertandingan turnamen tersebut adalah, Lapangan Futsal Toko Fajar, Jalan Trans Seram, Dusun Papora, Kota Piru, sementara waktu pelaksanaan kejuaraan itu adalah satu minggu.
Ketua Panitia Kejurda Bupati Cup 2025, Rudy Patty saat ditemui disela-sela acara Open House Bupati SBB dalam perayaan Idulfitri 1446 H, pada Senin, (31/3/2025) menyatakan bahwa, pihaknya sudah sepakat dengan Persatuan Tinju Amatir Nasional (Pertina) Provinsi Maluku terkait penyelenggaraan kegiatan di Piru dan lamanya pelaksanaan selama satu minggu.
"Kami dari Pertina Kabupaten SBB, selain diberi tanggung jawab sebagai tuan rumah, selain itu untuk dana penyelenggaraan akan ada dana sharring dari Provinsi dan Kabupaten dan hal tersebut telah diketahui oleh Bupati SBB," ujar Patty.
Menurut Patty, setelah selesai libur lebaran pihaknya akan langsung bergerak untuk pembentukan Panitia Kejurda Tinju Amatir Bupati Cup.2025, pasalnya saat ini yang telah terbentuk adalah panitia kecil.
Untuk tanggal perlombaan, Kabag Ekonomi Pemda SBB ini menandaskan, pihaknya belum bisa menentukan, pasalnya pihaknya masih perlu banyak persiapan dan kesiapan dari Panitia selaku tuan rumah.
Menurut pria yang dikenal sebagai penyelenggara sejumlah event di Kabupaten SBB ini, karena efisiensi anggaran maka peserta turnanen tinju akan ditempatkan di rumah-rumah jemaat di Piru, karena ada kerjasama dengan Gereja Protestan Maluku, Klasis Seram Barat.
Kejurda tinju amatir Bupati Cup 2025 ini, akan melibatkan para petinju dari 11 Kabupaten/Kota di Maluku, dimana setiap Kabupaten/Kota hanya diwakili oleh 1 sasana tinju saja.
Sementara hal teknis lainnya yaitu jumlah peserta dan jumlah kelas yang dipertandingkan belum ditentukan, karena karena hal-hal teknis akan dibicarakan dengan Pertina Provinsi Maluku, supaya semua matang dan semua terorganisasi dengan baik sehingga pelaksanaan dapat berjalan sukses.
Ditanya harapannya untuk turnamen ini, Patty berharap, supaya olahraga tinju tetap bertumbuh dan berkembang, karena banyak petinju asal Kabupaten SBB itu bertanding untuk daerah lain di luar Maluku.
"Yaitu nama SBB, tetapi main untuk Papua dan Jawa Barat, itu hal yang sangat disayangkan, kita punya potensi tetapi tidak dimanfaatkan hal-hal seperti inikan harus jadi catatan buat Pemerintah Daerah, supaya kedepan kita bisa lebih menggelorakan olahraga tinju di SBB, karena SBB juga punya potensi tetapi manajemennya belum terlaksana dengan baik," jabar Patty. (Nicko Kastanja)
Posting Komentar